Senin, 14 Oktober 2013

Tips Perpajakan Untuk Investor Forex



http://finance.detik.com/read/2013/04/11/101152/2217296/690/tips-perpajakan-untuk-investor-forex

Tips Perpajakan Untuk Investor Forex
PB Taxand - detikfinance
Kamis, 11/04/2013 10:11 WIB
Jakarta - Pertanyaan Bapak Henry:
Saya sedang tertarik dengan trading forex, mohon bantuannya bagaimana mengenai pelaporan dan pembayaran pajak dari penghasilan trading forex tersebut

Jawaban:
Untuk menjawab pertanyaan dari Bapak Henry, perlu kami informasikan bahwa perlakuan perpajakan atas transaksi forex trading berkaitan dengan penghasilan karena selisih kurs mata uang asing.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (1) huruf l Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) Nomor 36 Tahun 2008, yang menjadi objek pajak penghasilan adalah setiap penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun termasuk salah satunya adalah keuntungan selisih kurs mata uang asing.

Lebih lanjut dalam penjelasan pasal yang sama ditegaskan bahwa keuntungan yang diperoleh karena fluktuasi kurs mata uang asing diakui berdasarkan sistem pembukuan yang dianut dan dilakukan secara taat asas sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia.

Hal ini berarti pengenaan pajak atas penghasilan (PPh) karena selisih kurs mata uang asing akan mengikuti tarif PPh Umum Pasal 17 UU PPh Nomor 36 Tahun 2008 yang mana bagi Bapak Henry selaku Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri (WP OP) adalah sebagai berikut:

Sampai dengan Rp 50.000.000 pajaknya 5%
Di atas Rp 50.000.000 sampai dengan Rp 250.000.000 pajaknya 15%
Di atas Rp 250.000.000 sampai dengan Rp 500.000.000 pajaknya 25%
Di atas Rp 500.000.000 pajaknya 30%

Demikian pula halnya dengan pelaporan pajak atas penghasilan selisih kurs mata uang asing akan mengikuti kewajiban WP OP pada umumnya, yaitu dilakukan pada saat penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi pada tahun pajak yang bersangkutan sebagai bagian dari penghasilan lainnya sesuai dengan yang telah diatur dalam Petunjuk Pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.

Sebagai informasi tambahan, sehubungan dengan transaksi forex trading maka atas penghasilan selisih kurs mata uang asing yang Bapak Henry peroleh akan dipergunakan sebagai dasar penghitungan angsuran PPh Pasal 25 tahun berikutnya karena termasuk dalam pengertian penghasilan teratur (penghasilan yang lazimnya diterima atau diperoleh secara berkala sekurang-kurangnya sekali dalam setiap tahun pajak, yang bersumber dari kegiatan usaha, pekerjaan bebas, pekerjaan, harta dan atau modal, kecuali penghasilan yang telah dikenakan PPh yang bersifat final) sesuai dengan KEP-537/PJ./2000.

Salam,
Fenty Friedayanti
Supervisor PB Taxand Surabaya

Dan Zanger and the 10 golden rules

Daniel J. Zanger adalah seorang technical analyst dan trader saham yang mencatatkan dirinya menjadi pemegang rekor dunia dalam sejarah pasar saham untuk persentasi profit terbesar dalam jangka waktu 12 bulan dan 18 bulan. Ia berhasil mengembangkan $ 10,775 menjadi $ 18,000,000 dalam periode Juni 1998 sampai dengan Desember 1999. Hebatnya lagi, hanya dalam waktu kurang dari dua tahun, ia berhasil merubah $ 10,775 menjadi $ 42,000,000. Keberhasilan ini membuat Dan Zanger terkenal dan diliput oleh majalah-majalah Saham dan Komoditas dan juga majalah Fortune dan Forbes.
Zanger tumbuh di daerah San Fernando Valley, Los Angeles. Ayahnya adalah seorang dokter dan ibunya adalah seorang psikolog. Pada awal usia dua puluhan, ia drop out dari kuliahnya karena terlalu sering bermain ski salju di Colorado dan Idaho. Untuk memenuhi keperluan hidupnya saat itu, ia melakukan beberapa pekerjaan sambilan, seperti bell hop, sopir taksi dan prep cook.
Akhirnya setelah beberapa tahun, Zanger kembali ke Los Angeles tanpa memperoleh gelar pendidikan. Ia mulai bekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha jasa kontraktor landscape dan berhasil mendapatkan lisensi sebagai kontraktor. Ia menjalani hidupnya sebagai kontraktor independen pembuat kolam renang di Beverly Hills di mana hasil dari pekerjaannya itu hanya cukup membiayai hidupnya secara sederhana.
Ibunya Elaine mencintai pasar saham dan Zanger sering menonton business channel dengan ibunya. Suatu hari pada tahun 1978 Zanger melihat dari news ticker di bagian bawah layar TV, sebuah saham melejit dan berhasil mencapai $ 1. Ia melakukan pembelian pertamanya dan menjual saham tersebut beberapa minggu kemudian lebih dari $ 3. Dari situlah, ia menjadi tertarik dengan apa yang terjadi di pasar saham, biasanya ia membawa quotetrek saat ia bekerja agar bisa memonitor pergerakan harga saham.
Pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, personal computer mulai digunakan trader untuk menganalisa pasar. Zanger membeli PC pertamanya dan menginstall AIQ Trading Expert yang memungkinkan seorang trader menganalisa ratusan chart dalam satu malam. Ia menghadiri sebuah seminar dari William O’Neil yang menjadi titik balik kemampuannya untuk memilih saham-saham unggulan. Dengan bantuan PC ia mempelajari chart pattern 25 sampai 30 jam per minggu, belajar untuk memilih saham yang akan membuat big move, sebelum saham-saham itu mulai bergerak naik.
Pada tahun 1997, Zanger mulai merasakan kemajuan yang pesat dari apa yang ia pelajari dan memutuskan untuk menjual mobil Porsche-nya. Dari penjualan mobil tersebut, ia mendapatkan $ 11 ribu yang mana uang tersebut dijadikan modal untuk terjun sepenuhnya ke pasar saham. Setahun berikutnya, ia berhasil mengembangkan $ 11 ribu menjadi $ 18 juta. Dengan keberhasilan ini, ia menjadi full-trader dan meninggalkan pekerjaan sebagai kontraktor.
Dan Zanger’s 10 Golden Stock Rules
  1. Memastikan saham yang sedang kita incar memiliki pattern yang terbentuk dengan baik. 11 chart pattern yang biasanya digunakan untuk trading oleh Dan Zanger adalah Cup & Handle, Flat Base, Ascending Triangle, Parabolic Curve, Wedge Formation, Channel Formation, Symmetrical Triangle, Descending Triangle, Flags & Pennants, Head & Shoulders dan Inverted Head & Shoulders.
  2. Membeli saham ketika harga saham tersebut melewati dan berada diatas trend line dari pattern dan pastikan bahwa volume meningkat diatas volume rata-rata beberapa hari sebelumnya tidak lama setelah “breakout” terjadi. Jangan pernah membeli ketika harga saham sudah berada lebih dari 5% diatas trend line. Volume rata-rata yang biasanya digunakan adalah volume rata-rata 30 days.
  3. Menjual saham harus dilakukan dengan sangat cepat ketika harga saham itu kembali melewati dan berada dibawah trend line atau breakout point. Biasanya stop loss (atau trailling stop) ditetapkan sekitar 1 poin di bawah breakout point. Semakin mahal suatu saham, maka memberikan rentang lebih besar dari trend line atau breakout point. Sebaiknya dihindari menentukan stop loss 2 poin dibawah break out point.
  4. Menjual 20% sampai 30% dari posisi entry anda ketika harga saham bergerak naik 15% sampai 20% dari trendline atau breakout point.
  5. Pegang erat-erat saham anda yang mempunyai performance terbaik selama mungkin dan jual dengan cepat ketika berhenti atau lamban untuk bergerak naik. Ingat suatu saham disebut baik hanya jika harga sahamnya bergerak naik.
  6. Mengidentifikasi dan mengikuti sector yang paling kuat dan menjaga pilihan saham Anda masuk dalam sector tersebut.
  7. Setelah market bergerak naik untuk waktu yang cukup lama, saham anda akan menjadi rentan terhadap aksi jual atau profit taking, yang dapat terjadi begitu cepat dan seketika anda mungkin akan geleng-geleng kepala sulit untuk mempercayainya. Belajarlah menarik garis new higher trend line dan belajar juga reversal patterns untuk membantu anda menentukan saat yang tepat untuk keluar dari suatu saham. Recommended books: Japanese Candlestick Charting Techniques, by Steve Nison dan Encyclopedia of Chart Patterns, by Bulkowski.
  8. Ingat dibutuhkan volume untuk mendukung pergerakkan saham, jadi mulailah mengenal perilaku volume saham, bagaimana harga saham bereaksi terhadap lonjakan volume. Volume adalah kunci untuk pergerakan saham dan apakah anda akan success or failure.
  9. Banyak forum, jurnal atau milis memberikan rekomendasi saham lengkap dengan menyebutkan buy point. Namun bukan berarti anda langsung membeli saat harga saham tersebut menyentuh buy point tersebut. Pertama yang perlu dilakukan adalah melihat aksi dari harga saham dan menggabungkannya dengan volume yang terjadi saat harga saham mengenai buy point dan juga perhatikan dengan seksama terhadap kondisi market secara keseluruhan, apakah ada sentimen positif atau negatif, sebelum mempertimbangkan pembelian.
  10. Jangan pernah menggunakan margin sampai anda benar-benar menguasai market, chart dan emosi anda. Margin dapat menghapus anda dari pasar saham.
Source: kenziesebastian.com


Daniel J. Zanger atau lebih dikenal sebagai Dan Zanger adalah seorang trader saham termasuk pemegang rekor dunia dalam sejarah pasar saham untuk persentasi profit terbesar dalam jangka waktu 12 bulan dan 18 bulan. Walaupun ia seorang trader saham tapi nasehat dan pengalamannya dapat juga digunakan untuk forex market. Ia berhasil mengembangkan $ 10.775 menjadi $ 18.000.000 dalam periode Juni 1998 sampai dengan Desember 1999. Hebatnya lagi, hanya dalam waktu kurang dari dua tahun, ia berhasil merubah $ 10.775 menjadi $ 42.000.000. Keberhasilan ini membuat Dan Zanger terkenal dan diliput oleh majalah-majalah Saham dan Komoditas dan juga majalah Fortune dan Forbes.
Zanger tumbuh di daerah San Fernando Valley, Los Angeles. Ayahnya adalah seorang dokter dan ibunya adalah seorang psikolog. Pada awal usia dua puluhan, ia drop out dari kuliahnya karena terlalu sering bermain ski salju di Colorado dan Idaho. Untuk memenuhi keperluan hidupnya saat itu, ia melakukan beberapa pekerjaan sambilan, seperti bell hop, sopir taksi dan prep cook.
Akhirnya setelah beberapa tahun, Zanger kembali ke Los Angeles tanpa memperoleh gelar pendidikan. Ia mulai bekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha jasa kontraktor landscape dan berhasil mendapatkan lisensi sebagai kontraktor. Ia menjalani hidupnya sebagai kontraktor independen pembuat kolam renang di Beverly Hills di mana hasil dari pekerjaannya itu hanya cukup membiayai hidupnya secara sederhana.
Ibunya Elaine mencintai pasar saham dan Zanger sering menonton business channel dengan ibunya. Suatu hari pada tahun 1978 Zanger melihat dari news ticker di bagian bawah layar TV, sebuah saham melejit dan berhasil mencapai $ 1. Ia melakukan pembelian pertamanya dan menjual saham tersebut beberapa minggu kemudian lebih dari $ 3. Dari situlah, ia menjadi tertarik dengan apa yang terjadi di pasar saham, biasanya ia membawa quotetrek saat ia bekerja agar bisa memonitor pergerakan harga saham.
Pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, personal computer mulai digunakan trader untuk menganalisa pasar. Zanger membeli PC pertamanya dan menginstall AIQ Trading Expert yang memungkinkan seorang trader menganalisa ratusan chart dalam satu malam. Ia menghadiri sebuah seminar dari William O’Neil yang menjadi titik balik kemampuannya untuk memilih saham-saham unggulan. Dengan bantuan PC ia mempelajari chart pattern 25 sampai 30 jam per minggu, belajar untuk memilih saham yang akan membuat big move, sebelum saham-saham itu mulai bergerak naik.
Pada tahun 1997, Zanger mulai merasakan kemajuan yang pesat dari apa yang ia pelajari dan memutuskan untuk menjual mobil Porsche-nya. Dari penjualan mobil tersebut, ia mendapatkan $ 11 ribu yang mana uang tersebut dijadikan modal untuk terjun sepenuhnya ke pasar saham. Setahun berikutnya, ia berhasil mengembangkan $ 11 ribu menjadi $ 18 juta. Dengan keberhasilan ini, ia menjadi full-trader dan meninggalkan pekerjaan sebagai kontraktor.
Dan Zanger’s 10 Golden Stock Rules
1. Pastikan bentuk chart saham yang sedang kita tradingkan harus memiliki pattern yang terbentuk dengan baik. 11 chart pattern yang biasanya digunakan untuk trading oleh Dan Zanger adalah Cup & Handle, Flat Base, Ascending Triangle, Parabolic Curve, Wedge Formation, Channel Formation, Symmetrical Triangle, Descending Triangle, Flags & Pennants, Head & Shoulders dan Inverted Head & Shoulders.
2. Lakukan aksi beli saham ketika harga saham tersebut melewati dan berada diatas trend line dari pattern dan pastikan bahwa volume meningkat diatas volume rata-rata beberapa hari sebelumnya tidak lama setelah “breakout” terjadi. Jangan pernah membeli ketika harga saham sudah berada lebih dari 5% diatas trend line. Volume rata-rata yang biasanya digunakan adalah volume rata-rata 30 days.
3. Aksi jual saham harus dilakukan dengan sangat cepat ketika harga saham itu kembali melewati dan berada dibawah trend line atau breakout point. Biasanya stop loss (atau trailling stop) ditetapkan sekitar 1 poin di bawah breakout point. Semakin mahal suatu saham, maka memberikan rentang lebih besar dari trend line atau breakout point. Tapi hindari menentukan stop loss 2 poin dibawah break out point.
4. Menjual 20% sampai 30% dari posisi entry anda ketika harga saham bergerak naik 15% sampai 20% dari trendline atau breakout point.
5. Tahan posisi Buy saham anda yang mempunyai performance terbaik selama mungkin dan jual dengan cepat ketika berhenti atau lamban untuk bergerak naik. Ingat suatu saham disebut baik hanya jika harga sahamnya bergerak naik.
6. Mengidentifikasi dan mengikuti sector yang paling kuat dan menjaga pilihan saham Anda masuk dalam sector tersebut.
7. Setelah market bergerak naik untuk waktu yang cukup lama, saham anda akan menjadi rentan terhadap aksi jual atau profit taking, yang dapat terjadi begitu cepat dan seketika anda mungkin akan geleng-geleng kepala sulit untuk mempercayainya. Belajarlah menarik garis new higher trend line dan belajar juga reversal patterns untuk membantu anda menentukan saat yang tepat untuk keluar dari suatu saham. Pelajari juga bacaan bagus seperti Ensiklopedia Chart Pattern By Bulkowski.
8. Ingat dibutuhkan volume untuk mendukung pergerakkan saham, jadi mulailah mengenal perilaku volume saham, bagaimana harga saham bereaksi terhadap lonjakan volume. Volume adalah kunci untuk pergerakan saham dan apakah anda akan success or failure.
9. Banyak forum, jurnal atau milis memberikan rekomendasi saham lengkap dengan menyebutkan buy point. Namun bukan berarti anda langsung membeli saat harga saham tersebut menyentuh buy point tersebut. Pertama yang perlu dilakukan adalah melihat aksi dari harga saham dan menggabungkannya dengan volume yang terjadi saat harga saham mengenai buy point dan juga perhatikan dengan seksama terhadap kondisi market secara keseluruhan, apakah ada sentimen positif atau negatif, sebelum mempertimbangkan pembelian.
10. Jangan pernah menggunakan margin/real akun sampai anda benar-benar menguasai market, chart dan emosi anda. Margin dapat menghapus akun anda dari pasar saham.

sumber : malaikatcintafx.wordpress.com

Waktunya berinvestasi?


Waktunya berinvestasi?
Saya mencoba untuk mengamati pasar akhir-akhir ini dengan alat bantu yang saya miliki. Saya menggunakan alat2 bantu tersebut hanya untuk mempercepat keputusan saya karena saya tidak memiliki waktu untuk melakukan analisa yang sangat dalam. Alat-alat bantu yang saya gunakan adalah alat bantu yang dapat menunjukan apakah saham-saham dari perusahaan bagus nilainya sedang dibawah harga wajar atau tidak karena membeli dibawah harga wajar berarti kita berinvestasi dalam keadaan yang lebih aman. Lalu saya juga melihat apakah secara teknikal saat ini waktu nya untuk membeli atau tidak.

Untuk mencari saham yang under value saya menggunakan 2 alat bantu yaitu:

1. www.intrinsicvaluecalc.com Dengan menggunakan program ini saya dapat mengetahui apakah saham itu very good untuk dibeli, good untuk dibeli ataukah kita harus melakukan penelitian yang lebih mendalam lagi.
2. Menggunakan program Intrinsic Value dari iPad (download dari AppleStore). Program ini mengeluarkan saham-saham apa saja yang harganya jauh dibawah harga wajar
3. Lalu saya bandingkan hasil poin 1 dan poin 2. Jika hasilnya saling mengkonfrmasi tentang saham-saham pilihan saya untuk dibeli maka saham-saham tersebut menjadi saham yang saya perhatikan untuk dibeli.

Walupun demikian untuk emmilih saham yang bagus kita harus melakukan scanning terlebih dahulu saham-saham yang secara fundamental memiliki kritaeria saya:

1. Penjualan perusahaan harus tumbuh dari tahun ke tahun
2. Earning per share juga harus tumbuh
3. ROE minimum harus 20%
4. Dan kriteria2 sederhanan lainnya

Saya dapat melakukan scanning dengan menggunakan fasilitas yang ada di www.ft.com

Waktu membelinya saya melakukan analisa siklus. Saya hanya akan membeli jika siklusnya sedang transisi dari siklus 4 ke siklu1 dan ke awal siklus 2. Saya menggunakan analisa visual mata saya dan indikator MACD untuk mengetahui bahwa saham tersebuta baru saja melakukan transisi dari bearish ke awal bullish.

Dari hasil analisa saya, saya banyak menemukan saham-saham perusahaan bagus yg harganya masih jauh dibawah harga wajar dan secara teknikal sedang melakukan transisi dari bearih ke bullish (untuk investasi saya tidak akan membeli saham yg sedang sangat bullish).


sumber : https://www.facebook.com/JuniorTrader
salah satu guru saham terbaik Soeratman Doerachman